Optimalisasi Lahan Tambak Dengan Skema Budidaya Tradisional Plus Pada Komoditas Udang Desa Krakahan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes
DOI:
https://doi.org/10.62521/7zh4y949Keywords:
Tradisional Plus, Udang Windu, Kepadatan, Kualitas AirAbstract
Kelompok pembudidaya ikan dan udang “Makmur Jaya” merupakan kelompok pembudidaya ikan yang terletak di daerah pesisir Pantai utara Jawa, lebih tepatnya di desa Krakahan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Sistem budidaya yang dianut oleh kelompok ini masih menggunakan sistem tadisional. Pada sistem tradisional para petani masih mengandalkan teknologi yang sangat terbatas, dan juga padat tebar benih yang terbatas pula. Mereka masih belum berani mengambil resiko kematian masal jika pada tiap tambak ditebar benih dengan kepadatan yang tinggi. Padahal, dengan potensi lahan tambak seluas 10 hektar masih bisa ditambah kepadatannya dengan penambahan sedikit teknologi untuk mendukung usaha budidaya tersebut. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada budidaya perikanan khususnya udang. Kegiatan budidaya ini menjadi salah satu kegiatan utama yang dilakukan oleh kelompok pembudidaya ikan “Makmur Jaya” yang memiliki potensi yang baik namun dihadapkan pada berbagai masalah seperti (1) padat tebar yang masih sedikit; (2) teknologi untuk mengetahui parameter kualitas air berupa water quality checker (WQC); dan (3) ventury jet untuk meningkatkan suplai oksigen dalam air. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi tersebut seperti peningkatan sistem budidaya menjadi sistem tradisional plus sehingga produksi udang bisa ditingkatkan, penggunaan alat pengukur kualitas air untuk mengetahui kualitas air secara valid sehingga kualitas air bisa dimonitoring. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini adalah aplikasi teknologi budidaya tradisional plus udan vaname mampu diterapkan petani “Makmur Jaya” dengan tingkat kelulusan hidup >50% selama 1,5 bulan.
Downloads
