Edukasi Pengelolaan Sampah Plastik melalui Pembuatan Ecobrick di Lingkungan Sekolah Dasar Desa Rejasari, Banjarnegara
DOI:
https://doi.org/10.62521/3a2vam82Keywords:
Ecobrick, Sampah Plastik, KKN, Sekolah Dasar, SosialisasiAbstract
Sampah plastik merupakan jenis sampah anorganik yang
sulit terurai dan hingga saat ini masih menjadi
permasalahan di berbagai daerah. Sebagai upaya dalam
pengelolaan sampah plastik, diperlukan edukasi serta
pemanfaatan sampah menjadi produk yang memiliki nilai
guna. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran,
khususnya di kalangan anak-anak, mengenai pentingnya
pengelolaan limbah plastik melalui metode kreatif seperti
pembuatan Ecobrick. Metode yang digunakan dalam
kegiatan ini meliputi survei lokasi, penyampaian materi
sosialisasi, demonstrasi pembuatan Ecobrick, serta
evaluasi. Hasil kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri
Rejasari menunjukkan bahwa sosialisasi pengelolaan
sampah menjadi produk bernilai guna mampu
meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap
pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Berdasarkan hasil evaluasi, 25 dari 30 siswa (83,3%)
mampu menjawab minimal 5 dari 7 pertanyaan yang
diajukan oleh tim pengabdi dengan benar, yang
menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah
memahami materi yang disampaikan. Selain itu, kegiatan
edukasi pembuatan ecobrick juga dapat diikuti dengan
baik oleh para siswa. Hal ini ditunjukkan dari hasil
observasi praktik, di mana 27 siswa (90%) mampu
mempraktikkan tahapan pembuatan ecobrick dengan
benar, mulai dari pemilahan sampah plastik hingga proses
pemadatan plastik ke dalam botol. Hasil kegiatan tersebut
juga menghasilkan satu buah kursi mini yang disusun dari
ecobrick sebagai bentuk pemanfaatan sampah plastik
menjadi produk yang bernilai guna.
Downloads







